Liverpool FC Kalah Lagi di Stadionnya Sendiri

Liverpool FC Kalah Lagi di Stadionnya Sendiri

Berita bola Liverpool FC kalah lagi di stadionnya sendiri. Kali ini tim asuhan Jürgen Klopp harus tunduk oleh tim yang akan di degradasi. Sudah enam kali berturut-turut Liverpool mengalami kekalahan di kandang.

Juara bertahan Liga Inggris itu harus kalah dari tim degradasi di kandangnya sendiri dengan skor 0-1. The Reds tidak pernah mengalami kekalahan berturut-turut di Anfield Road selama 67 terakhir. Anak asuh Jürgen Klopp tampil gemetar, terutama di babak pertama, hanya setelah gol di menit ke-45 permainan oleh Mario Lemina barulah The Reds bisa meningkat. 

Sebelum gol penentu, superstar Mo Salah kehilangan bola di tepi kotak, Lemina sukses dengan tembakan yang tepat di sudut jauh. Memimpin tidak pantas untuk meja kedelapan belas pada saat ini. Klopp terus terang mengakui setelah pertandingan: “Itu tidak cukup bagus. Kami mendapat gol, tidak mencetak gol, para pemain kalah. Itu tidak cukup bagus.” 

Di babak kedua, Liverpool menampilkan diri mereka sedikit lebih mencekam, tetapi kurang mendapat dampak dari hari-hari sebelumnya. Peluang terbesar dimiliki oleh Liverpool tercipta dari Sadio Mané, yang menyundul bola ke gawang pada menit ke-70. Pada hari Rabu, tim Klopp akan melawan RB Leipzig dalam lanjutan Liga Champions dan harus mempertahankan keunggulan 2-0 dari leg pertama. 

Thiago hanya duduk di bangku cadangan

Setelah banyak kemunduran dalam beberapa pekan terakhir, Klopp telah melempar timnya melawan tim yang seharusnya diunggulkan. Di garis depan dia melakukannya tanpa Roberto Firmino dan Mané dan malah membawa Xherdan Shaqiri dan Diogo Jota. Pertahanan terdiri dari anak-anak muda yang terkadang sangat tidak berpengalaman seperti Neco Williams, Nathaniel Phillips, Rhys Williams dan Andrew Robertson. 

Baca juga : De Gea Cuti, Henderson Punya Peluang Untuk Meyakinkan Solskjaer

Mantan pemain Bayern Thiago hanya duduk di bangku cadangan. “Kami harus melakukan beberapa perubahan, kami ingin membuat beberapa perubahan lagi,” jelas Klopp. Beberapa bintangnya butuh istirahat. Setelah kekalahan pahit, Klopp harus mendengarkan pertanyaan dan komentar yang tidak menyenangkan lagi. 

Liverpool hanya tim yang bermental kurcaci? 

Begitu juga dari pakar TV Jamie Carragher, yang mempertanyakan sikap The Reds: “Jürgen Klopp pernah menyebut timnya monster mentalitas dan memang benar saat itu. Tapi sekarang mereka lebih seperti tim yang bermental kurcaci.” Tim tidak mampu menghadapi perlawanan dengan bijaksana selama berbulan-bulan: “Dan itu tidak dapat diterima di Liverpool.” 

Klopp membantah sudut pandang ini dan membuktikan tim nya bereaksi yang layak terhadap gol tersebut. Pada saat yang sama, mantan pelatih Dortmund itu juga mengakui. “Tentu saja kami kehilangan beberapa pemain yang memiliki mentalitas di lapangan.” Dia telah mengidentifikasi keinginan yang cukup untuk menang di barisannya sendiri. 

Apakah Liverpool FC terancam hengkang pada musim panas jika mereka absen di Liga Champions? Pelatih The Reds Jürgen Klopp tidak khawatir tentang itu. “Kami mendapat gol dan saat ini sepertinya itu sudah cukup melawan kami. Kami memiliki mentalitas, mungkin saja bukan mentalitas yang biasa kami lakukan,” kata Klopp. 

Liverpool harus terus takut mencapai tempat Liga Champions. Juara bertahan berada di posisi ke-8 klasemen, empat poin hilang dari urutan keempat. Selisih dengan pemuncak klasemen Manchester City sudah 22 poin. Fulham tidak bisa mendapatkan tempat, tetapi setidaknya untuk sementara menutup jarak ke Brighton dan pantai penyelamat. Hanya karena selisih gol yang lebih buruk, sang penakluk Liverpool itu masih berada di zona degradasi. 

Baca juga : Haaland Hampir Bergabung Dengan MU Pada 2018

Source, https://www.sport1.de/internationaler-fussball/premier-league/2021/032/blamage-fuer-klopp-fc-liverpool-kassiert-niederlage-gegen-fc-fulham